dulu,
dia sering pergi, entah kemana entah untuk apa
kadang saya merindukannya kadang saya terbiasa dengan ketiadaanya
dia pemarah, hal-hal kecil membuatnya marah
kadang saya tidak ingin berada didekatnya
saya jarang bersamanya, saya lebih senang tinggal di tempat lain
lalu,
dia mulai jarang pergi
masih sering marah, masih
saya lebih sering tinggal
dia tidak suka saya terlalu sering diam di tempat lain
tapi, ada yang salah
saya selalu merasa tidak nyaman saat semua berkumpul
lalu,
dia mulai berubah
tidak lagi sering marah
tapi, ada yang janggal
jarak sudah terlanjur hadir
saya tidak pernah banyak bicara, kami jarang saling berbicara
hanya hal-hal penting, hanya seperlunya
saya tidak ingat tanggal ulang tahunnya,
saya tidak tahu.
saat melihatnya
kadang saya ingin memeluknya,
kadang saya ingin menciumnya,
tapi,
jarak itu terlanjur hadir
saya tidak sanggup mengenyahkannya.
saya ingat dulu dia pernah cemburu,
saat saya mulai memanggil seseorang dengan sebutan yang seharusnya hanya untuknya,
mama.
No comments:
Post a Comment